Akhir akhir ini kebutuhan baja ringan di Indonesia semakin lama semakin meningkat. Tidak hanya untuk pabrik, gudang, atau bangunan besar lain. Sekarang perumahan pun menggunakan material baja ringan, termasuk untuk rangka atap. Bahkan sekarang sudah sampai kedesa desa terpencil, cuma memang masih jarang.
Walaupun kebutuhan material ini semakin lama semakin meningkat, terkadang banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap. Mengingat hal tersebut akan berhubungan dengan biaya yang perlu dipersiapkan, penting untuk kita tahu cara menghitungnya .
Data yang perlu disiapkan untuk menghitung kebutuhan baja ringan adalah panjang dan lebar rumah, overstek, serta derajat kemiringan atap. Sebagai contoh saja, misalnya kita ingin menghitung kebutuhan batang baja ringan ini untuk rumah type 42 dan model atap pelana.
Biasanya, rumah type 42 memiliki panjang 8 meter dan lebar 10 meter. Kita anggap panjang overstek adalah 1,5 meter. Sementara kemiringannya sekitar 35 derajat. Maka rumusnya adalah sebagai berikut.
Pb = Pr + (2 x Po) = 10 + (2 x 1,5) = 13 meter
Lb= Lr + (2 x Po) = (8 + (2 x 1,5) = 11 meter
Dk = Cos 35 = 0,819
Dimana :
Pb = Panjang Bangunan
Lb = Lebar Bangunan
Pr = Panjang Rumah
Lr = Lebar Rumah
Po = Panjang Over Stek
Dk = Derajat Kemiringan
Setelah mendapatkan data seperti di atas, kemudian kamu perlu menghitung volume atap dengan cara sebagai berikut.
Volume = (Pb x Lb)/cos Dk
Jadi, volume atap baja ringan adalah
Volume = (13 x 11)/0,819 = 174,6 m3 dibulatkan menjadi 175 m3
Setelah mendapatkan Volumenya kemudian kita hitung kebutuhan reng dan kaso nya, untuk menghitung kebutuhan kaso baja ringan dapat menggunakan rumus:
Kaso = (volume rangka atap x 4)/6
Berdasarkan contoh diatas, maka jumlah kaso yang dibutuhkan untuk rumah type 42 adalah
Kaso = (175 x 4)/6 = 700/6 = 117 batang kaso.
Kemudian kita hitung kebutuhan reng baja ringannya. Adapun rumus yang digunakan adalah
Reng = jumlah kaso x 1.2
Jadi, reng yang diperlukan untuk rumah type 42 seperti contoh diatas adalah
Reng = 117 x 1.2 = 140 batang reng baja ringan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk rumah type 42 (10 x 8)dengan atap model pelana, Overstek 1,5 meter dan Derajat kemiringan 35 derajat, kebutuhan untuk Kaso Baja Ringan nya adalah 117 Batang, dan Reng nya 140 Batang.
Selanjutnya, misalnya kita ingin menghitung kebutuhan batang baja ringan ini untuk rumah type 36 dan model atap pelana.
Biasanya, rumah type 36 memiliki panjang 6 meter dan lebar 6 meter. Kita anggap panjang overstek adalah 1 meter. Sementara kemiringannya sekitar 40 derajat. Maka rumusnya adalah sebagai berikut.
Pb = Pr + (2 x Po) = 6 + (2 x 1) = 8 meter
Lb= Lr + (2 x Po) = (6 + (2 x 1) = 8 meter
Dk = Cos 40 = 0,707
Setelah mendapatkan data seperti di atas, kemudian kamu perlu menghitung volume atap dengan cara sebagai berikut.
Volume = (Pb x Lb)/cos Dk
Jadi, volume atap baja ringan adalah
Volume = (8 x 8)/0,707 = 90,5 m3 dibulatkan menjadi 91 m3
Setelah mendapatkan Volumenya kemudian kita hitung kebutuhan reng dan kaso nya, untuk menghitung kebutuhan kaso baja ringan dapat menggunakan rumus:
Kaso = (volume rangka atap x 4)/6
Berdasarkan contoh diatas, maka jumlah kaso yang dibutuhkan untuk rumah type 36 adalah
Kaso = (91 x 4)/6 = 364/6 = 60,6 dibulatkan jadi 61 batang kaso.
Kemudian kita hitung kebutuhan reng baja ringannya. Adapun rumus yang digunakan adalah
Reng = jumlah kaso x 1.2
Jadi, reng yang diperlukan untuk rumah type 36 seperti contoh diatas adalah
Reng = 61 x 1.2 = 73,2 dibulatkan jadi 74 batang reng baja ringan.
Untuk jaga jaga bisa dilebihin 1 atau 2 batang Kaso dan reng nya.
Sekian contoh perhitungan kebutuhan baja ringan dari saya. Mohon maaf jika ada yang salah, Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.